Tampil Menawan, VIROSE Menuju Perempatan Final

Home / Kontes Robot / Tampil Menawan, VIROSE Menuju Perempatan Final

VIROSE tampak berlenggak-lenggok menarikan Tari Gending Sriwijaya saat lagu dimainkan. Sayangnya, pada sesi terakhir Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2017, bluetooth milik VIROSE mengalami masalah sehingga robot tak berhenti saat lagu dimatikan, Sabtu (8/7). Meski begitu, dua robot cantik milik ITS ini tetap berhasil melaju ke babak perempat final.

Terdapat dua robot VIROSE yang dilombakan pada ajang KRSTI ini. Kedua robot tersebut harus menari dari posisi awal hingga ke arena finish yang terpisah jarak sekitar dua meter. Keduanya akan dinilai dari segi kekompakan gerakan, keserasian dengan musik, jumlah robot yang mampu mencapai finish, hingga keindahan kostum.

VIROSE sendiri tampil menawan dengan kostum berwarna merah dan emas. Ketua tim KRSTI Muhammad Ainur Fahd mengungkapkan bahwa timnya turut melakukan inovasi perihal kostum. “Kami menambahkan selendang yang sebenarnya tidak ada pada kostum asli Tari Gending Sriwijaya,” jelas mahasiswa Teknik Elektro ini.

Dalam tiga sesi penampilan yang disediakan panitia, VIROSE harus berduet dengan CMCS_Art dari Politeknik Negeri Ujung Pandang. Pin tertinggi sebanyak 71 poin berhasil dicetak pada penampilan kedua. Tak heran, satu robot VIROSE dapat mencapai finish dan keduanya berhenti tepat ketika musik dimatikan. “Selain itu kami juga tidak melakukan retry sama sekali,” ungkap Fahd.

Sedangkan pada sesi pertama, VIROSE hanya meraih poin sebanyak 69,67 karena harus melakukan retry sebanyak dua kali. Meski begitu, kedua robot dapat mendarat di area finish dengan sempurna. “Saat musik dimatikan, VIROSE juga langsung berhenti, berbeda dengan CMCS_Art yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti,” tutur Fahd.

Namun, keunggulan VIROSE yang lebih peka saat musik dimatikan ternyata tidak terjadi pada sesi ketiga. Pasalnya, koneksi bluetooth VIROSE sempat mengalami masalah. Alhasil, VIROSE justru terus berlenggak-lenggok meski musik telah dimatikan. “Poin kami hanya 59 pada sesi ketiga sehingga menempati urutan ke empat untuk masuk ke babak perempat final,” kata Fahd.

Mahasiswa angkatan 2014 ini pun bertekad untuk memperbaiki performansi VIROSE pada babak perempat final. “Kami akan memperbaiki programnya untuk mengarahkan agar VIROSE bisa tepat masuk ke arena finish. Selain itu, kami harus memastikan agar tidak ada bluetooth error lagi selama penampilan,” tutupnya. (ayi/ven)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *