Tumbangkan Eros, Ichiro Amankan Posisi Dua Besar

Home / Kontes Robot / Tumbangkan Eros, Ichiro Amankan Posisi Dua Besar

Kabar gembira datang dari robot KRSBI Humanoid kebanggaan ITS, Ichiro. Setelah melenggang ke babak semifinal, Ichiro sukses kalahkan Eros milik Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan skor 2-0, Sabtu (8/7). Kemenangan atas musuh bebuyutannya ini resmi mengantarkan Ichiro ke partai final.

Bukan kali pertama bagi Ichiro dan Eros bertemu pada pertandingan KRSBI Humanoid. Sebelumnya, mereka pernah bertemu pada laga final KRSBI Humanoid 2017 tingkat regional dan tingkat nasional pada tahun 2016. Tak ayal, meski baru pada babak semifinal, pertandingan keduanya berlangsung sengit.

Robot Ichiro ITS
Robot Ichiro ITS

Pada babak pertama, Ichiro seharusnya melakukan kick off. Namun, karena dalam waktu llima detik Ichiro tak menyentuh bola, Eros pun mulai mendekat dan berusaha merebut bola. Tak perlu waktu lama, salah satu jenis Ichiro yang memiliki postur tubuh paling besar kemudian berhasil merebut bola dari dua robot Eros yang menghadang.

Tidak ingin membuang kesempatan, Ichiro langsung menendang bola ke arah gawang dan berhasil masuk. Ichiro kemudian kembali melakukan serangan dan berusaha menjebol gawang lawan. Sayangnya, menjelang berakhirnya babak pertama, Ichiro justru jatuh saat kaki kirinya akan menendang. “Skor 1-0 untuk Ichiro,” teriak salah satu juri.

Pada babak kedua, baik Ichiro maupun Eros justru terguling saat sedang memperebutkan bola. Beruntung, salah satu robot Ichiro berhasil bangkit lebih cepat dan segera menguasi bola. Tanpa ada perlawanan dari Eros, Ichiro kembali menjebol gawang lawan. Skor 2-0 tersebut bertahan hingga peluit panjang ditiupkan tanda pertandingan berakhir.

Dikatakan ketua tim KRSBI Humanoid ITS Satria Hafizhuddin, ukuran robot Ichiro yang lebih besar dibanding robot milik tim lawan menjadi keuntungan sendiri bagi timnya. “Karena lebih tinggi, tendangan dan langkahnya bisa lebih dua kali lebih jauh dibanding robot Ichiro sebelumnya,” ungkapnya.

Meski begitu, Satria mengaku bahwa masih terdapat beberapa kendala yang dialami Ichiro. Salah satuya ialah perihal keseimbangan, karena robot sering terjatuh saat melakukan kontak fisik dengan lawan. Selain itu, masalah lain yang timbul ialah koneksi wifi di lokasi lomba yang bermasalah sehingga sulit bagi Satria dan timnya untuk mengontrol Ichiro secara langsung.

“Untuk itu, kami berusaha memperbaiki konfigurasi program Ichiro dan menyusun strategi agar lebih siap di babak final,” jelas mahasiswa angkatan 2014 ini. Pada laga final nanti, Ichiro akan kembali melawan Barelang FC dari Politeknik Negeri Batam. (ayi/dza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *